Kurikulum Merdeka membawa perubahan besar dalam cara guru menilai siswa. Bukan hanya soal angka dan ranking, tapi bagaimana guru memahami perkembangan setiap siswa secara holistik. Bagi banyak guru, ini berarti lebih banyak pekerjaan administratif — tapi dengan pemahaman yang tepat, prosesnya bisa lebih efisien.
3 Jenis Asesmen dalam Kurikulum Merdeka
1. Asesmen Diagnostik
Dilakukan di awal pembelajaran untuk mengetahui kemampuan awal siswa. Tujuannya bukan memberi nilai, tapi memahami di mana posisi setiap siswa agar guru bisa menyesuaikan strategi mengajar.
2. Asesmen Formatif
Dilakukan selama proses pembelajaran. Bisa berupa kuis, tugas, presentasi, atau observasi. Fungsinya sebagai feedback — apakah siswa sudah memahami materi atau perlu pengulangan. Di Kurikulum Merdeka, asesmen formatif menjadi lebih penting karena menekankan proses, bukan hanya hasil akhir.
3. Asesmen Sumatif
Dilakukan di akhir unit atau semester untuk mengukur pencapaian tujuan pembelajaran. UTS dan UAS termasuk asesmen sumatif. Hasilnya masuk ke rapor dan menjadi dasar pelaporan ke orang tua.
Rapor Naratif: Tantangan Baru untuk Guru
Salah satu perubahan terbesar di Kurikulum Merdeka adalah rapor naratif. Guru tidak hanya menulis angka, tapi juga deskripsi capaian setiap siswa. Untuk 30 siswa, itu berarti 30 paragraf narasi yang harus ditulis per mata pelajaran.
30 siswa × 1 paragraf narasi = 30 narasi per mapel
Guru yang mengajar 2-3 mapel = 60-90 narasi per semester
Menulis narasi yang bermakna dan personal untuk setiap siswa membutuhkan waktu yang signifikan. Inilah salah satu area di mana teknologi AI bisa membantu — dengan menghasilkan draft narasi berdasarkan data nilai siswa, yang kemudian guru bisa edit dan personalisasi.
Penghitungan Nilai: Bobot dan Predikat
Dalam Kurikulum Merdeka, nilai akhir siswa dihitung dari kombinasi asesmen formatif, UTS, dan UAS dengan bobot tertentu. Misalnya: formatif 40%, UTS 30%, UAS 30%. Setiap sekolah bisa menentukan bobot sesuai kebijakan.
Predikat juga berubah — menggunakan A, B, C, D yang menunjukkan tingkat pencapaian capaian pembelajaran, bukan sekadar ranking numerik. A berarti siswa sudah melampaui ekspektasi, D berarti masih perlu pendampingan.
Bagaimana Teknologi Membantu Penilaian Kurikulum Merdeka?
Platform seperti KoreksiNilai dirancang untuk membantu guru mengelola penilaian sesuai Kurikulum Merdeka. Fitur yang tersedia:
- •Koreksi soal uraian dengan AI (formatif dan sumatif)
- •Penghitungan nilai tertimbang otomatis (formatif/UTS/UAS)
- •Penentuan predikat otomatis (A/B/C/D)
- •Feedback spesifik per siswa dari AI
- •Export nilai ke Excel dan PDF
Coba KoreksiNilai Gratis
Buat soal dengan AI, koreksi essay otomatis, dan export nilai — semua dengan bantuan AI. Gratis 30 koreksi per bulan.
Mulai Gratis